Batching Plant Kuningan PT. Holcim Beton

Batching Plant Kuningan PT. Holcim Beton berlokasi di jl Kuningan Persada Belakang, Kuningan, Jaksel .

Kedekatan MiniMix dengan Anak-anak

Ukurannya yang 1/3 dari Mixer besar, membuat MiniMix menjadi solusi membangun rumah impian anda sekuat gedung bertingkat pada jalan sempit sekalipun.

Proyek Town House di Kemang yang menggunakan MiniMix

Tidak hanya untuk rumah tinggal, bahkan untuk pembangunan Town House, Perumahan, Pabrik, dan Jalan bisa menggunakan MiniMix.

Tampilkan postingan dengan label ilmu Sipil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu Sipil. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Desember 2014

Petunjuk penggunaan Beton PT. Holcim Beton

TAHAP 1 : PEKERJAAN
1. Sebaiknya periksa kembali volume beton yang dipesan sesuai dengan volume aktual dilapangan untuk menghindari kekurangan volume saat pengecoran.
2. Pastikan segel terpasang. (periksa mutu dan slump (kekentalan) beton sudah sesuai dengan pemesanan pada surat jalan yang anda terima
Gambar : Pastikan Kondisi Segel Dalam Keadaan Terpasang
3. Periksa kondisi segel yang terpasang dan cocokan nomer segelnya, jika kondisi segel rusak dan atau nomernya tidak sesuai dengan surat jalan segera hubungi batching plant pengirimannya.
4. Pastikan cetakan beton/bekisting bersih, tidak bocor dan kuat sebelum beton dituang.
5. Usahakan beton anda cepat tertuang habis (maksiml 3 jam dari jam aduk),
6. Jangan menambahkan air pada beton karena dapat merusak mutu beton dan menyebabkan kertakan
Gambar : Tidak Menambahkan Air Tambahan
7. Padatkan beton sesuai kebutuhan. Untuk mendapatkan pemadatan yang maksimal sebaiknya pemdatan dengan menggunakan mesin (Vibrator) dan pastikan beton tersebar merata.
Gambar : Gunakan Vibrator Untuk Pemadatan Beton
8. Ratakan beton dengan cara menggosok permukaan beton samapai cukup baik. Lakukan penggosokan minimal 3x, jika terlihat retak halus maka lakukan penggosokkan kembali sampai retaknya hilang.
TAHAP 2 : PERAWATAN
1. Tutup permukaan beton dengan plastik terpal/ plastik cor ketika permukaan beton sudah mengeras/setting, hindari panas matahari langsung atau hujan setelah perapihan (finishing)
Beton yang sudah mengeras/setting setelah berumur 1 hari dapat dirawat dengan cara disiram air (minimal 3x sehari dan ditutup kembali dengan terpal plastik) selama 1 minggu
Catatan
1. Gunakan perlengkapan keselamatan (helm, sarung tangan karet, kaca mata, sepatu boot, dan masker) sebelum memulai pekerjaan
2. Jika menggunakan pompa (concrete pump) pastikan operator pompa tidak menambahkan air pada beton.
3. Semua aktivitas dalam petunjuk ini dilakukan oleh petugas dan pekerja project
Sumber (artikel :petunjuk penggunaan beton PT Holcim Beton)


Rosyid Ridho, S. T
Sales Representative PT. Holcim Beton
Area Jakarta
+62811 8822 445

Rabu, 10 Desember 2014

Cara Menghitung Kebutuhan/Volume pengecoran menggunakan beton/readymix

Lantai yang belum dicor
Ketika kita akan memesan/membeli suatu barang, sudah sewajarnya kita perlu mengetahui berapa kuantitas/ jumlah yang dibutuhkan bukan? tidak sedikit banyak customer yang menanyakan kepada Marketing berapa kebutuhan beton yang diperlukan untuk pengecoran lantainya. Disini saya akan mencoba menjelaskan secara ringkas cara menghitung kebutuhan beton untuk suatu proyek sederhana.

Contoh kasus :
suatu bangunan dengan ukuran panjang 10 meter x lebar 10 meter, untuk balok-balok sudah tercor, berapakah kebutuhan beton yang diperlukan untuk melakukan pengecoran lantai tersebut?

Jawab :
Volume/ kebutuhan beton  = V = ?
panjang = p = 10 meter
lebar = l = 10 meter
tebal plat lantai = t = 12cm = 0.12m (standar ketebalan plat lantai untuk rumah tinggal biasanya 12cm, bisa divariasikan sesuai perhitungan anda)

V = p x l x t
    = 10 x 10 x 0.12
   = 12 m3 

Maka volume yang dibutuhkan untuk pengecoran lantai proyek tersebut yaitu 12m3, 

dengan catatan bahwa balok-balok sudah tercor, jika balok-balok belum tercor, maka perlu diperhitungan juga untuk kebutuhannya, dan juga jangan lupa untuk memberikan safety factor (angka keamanan) pada volume tersebut untuk antisipasi jika ada beton yang terbuang, tertinggal di bak penampungan atau di pompa.

 

Kamis, 20 November 2014

Sistem Pracetak Beton sebagai sistem Konstruksi Hijau

Sistem  konstruksi  hijau  (green  construction)  merupakan  bagian  dari  pembangunan berkelanjutan (Sustainable Construction), yang merupakan suatu topik hangat di dunia  konstruksi internasional sebagai respon atas issue pemanasan global (global warming).

Ada  dua  aliran  konsep  utama  dalam  pembangunan  gedung  di  dunia  saat  ini,  yaitu konsep  pembangunan  ikonik  dan  konsep  pembangunan  berkelanjutan.  Konsep pembangunan ikonik menekankan terciptanya bangunan yang diharapkan menjadi suatu ikon tertentu. Konsep ini banyak sekarang diterapkan pada gedung-gedung di Timur Tengah  dan  di  China.  Konsep  pembangunan berkelanjutan menekankan pada optimalisasi penggunaan energi, Konsep ini didasarkan atas  pertimbangan  bahwa  sumber  energi  di  bumi  ini  semakin  terbatas,  sehingga penggunaannya harus dilakukan secara bijaksana. Konsep ini sekarang berkembang di  Negara-negara  maju  seperti  di  Eropa,  Australia  dan  Amerika.  

Prinsip dasar dari pembangunan berkelanjutan adalah penggunaan energi yang optimal secara  integratif  mulai  dari  tahap  perencanaan,  konstruksi,  pemanfaatan  sampai  pada pembongkaran.  Hal  ini  dapat  terwujud  jika  perencanaan  dilakukan  secara  integratif antara  arsitek,  perencana  struktur  dan  perencana  utilitas.  Beberapa  referensi menyatakan gedung adalah sangat potensial bagi sasaran pengurangan emisi CO2, dan juga paling murah untuk mengusahakannya.

Secara  umum,  menurut  Green  Building  Council  Indonesia  (GBCI),  ada  7  aspek  yang menjadi  penilaian  terhadap  suatu  gedung  jika  ingin  direncanakan  dengan  konsep pembangunan  berkelanjutan.  Proporsi  penilaian  dari masing-masing aspek sangat bergantung dari kondisi suatu negara. Penentuan proporsi dilakukan dengan konsensus oleh suatu komite dalam Dewan Green Building di Negara tersebut.

Adapun 7 aspek penilaian terhadap suatu gedung dengan konsep pembangunan berkelanjutan sebagai berikut :
1. Pengembangan lokasi yang tepat
2. Efisiensi energi dan konservasi
3. Konservasi air
4. Sumber daya dan siklus material
5. Kesehatan dan kenyamanan dalam ruangan
6. Pembangunan berbasis manajemen lingkungan
7. Inovasi

Tahap  pembangunan  gedung  (konstruksi)  merupakan  salah  satu  aspek  dalam pembangunan  berkelanjutan.    Konsep  konstruksi  yang  memenuhi    konsep  ini  dikenal sebagai  konstruksi  hijau  (green  construction).  Prinsip  utama  konstruksi  hijau  dalam segi  material  adalah  3  R    (“reduce”,  “reuse”,  “recycle”).  Sistem  pracetak  beton merupakan salah satu sistem pembangunan yang memenuhi kaidah ini. 

Prinsip reduce diterapkan pada efisiensi penggunaan material dan metoda kerja : 
a.   Bahan beton adalah material lokal yang banyak ditemui di Indonesia.
b.   Perencanaan  sistem  pracetak  akan  dapat  menghemat  pemakaian  besi,  sebagai material yang paling banyak menghasilkan emisi dalam pembuatannya, serta bahan dasarnya masih impor.
c.   Metoda  kerja  banyak  melakukan  penghematan  pada  cetakan  seperti  terlihat  pada Gambar  3  dan  penghematan  perancah  seperti  terlihat  pada  Gambar  4,  serta  dapat mendekati “zero waste” pada material besi dan beton.

Prinsip  reuse  terutama  diterapkan  pada  repetisi  penggunaan  cetakan  yang  jauh  lebih banyak  dibandingkan  dengan  cetakan  sistem  konvensional.  Cetakan  kayu  yang  dilapis phenolin  dapat  dipakai  10  –  15  x  dibandingkan  dengan  cetakan  kayu  konvensional. Cetakan dari bahan fibre atau baja bahkan dapat dipakai ratusan kali.

Prinsip  recycle  dapat  diterapkan  pada  bahan  cetakan  dari  bahan  besi  dan  fibre,  yang dapat dibuat  dari bahan daur  ulang dan juga material grouting yang sudah mempunyai green label.


Rosyid Ridho, S. T
Sales Representative PT. Holcim Beton
Area Jakarta
+62811 8822 445

Kelebihan dan Kekurangan Beton

Kelebihan dan kekurangan beton dibandingkan dengan bahan bangunan lain di antaranya sebagai berikut

Kelebihan dari beton antara lain:
  1. Harganya relatif murah karena menggunakan bahan-bahan dasar dari bahan lokal, kecuali semen Portland.
  2.  Beton termasuk tahan aus dan tahan kebakaran, sehingga biaya perawatan termasuk rendah
  3. Beton termasuk bahan yang berkekuatan tekan tinggi, serta mempunyai sifat tahan terhadap pengkaratan/pembusukan oleh kondisi lingkungan.
  4. Ukuran lebih kecil jika dibandingkan dengan beton tak bertulang atau pasangan batu.
  5. Beton segar dapat dengan mudah diangkut maupun dicetak dalam bentuk apapun dan ukuran seberapapun tergantung keinginan .

Kekurangan dari beton antara lain:
  1. Beton mempunyai kuat tarik yang rendah, sehingga mudah retak. Oleh karena itu perlu diberi baja tulangan, atau tulangan kasa.
  2. Beton segar mengerut saat pengeringan dan beton keras mengembang jika basah sehingga dilatasi (constraction joint) perlu diadakan pada beton yang panjang/lebar untuk memberi tempat bagi susut pengerasan dan pengembangan beton.
  3. Beton keras mengembang dan menyusut bila terjadi perubahan suhu sehingga perlu dibuat dilatasi (expansion joint) untuk mencegah terjadinya retak-retak akibat perubahan suhu.
  4. Beton sulit untuk kedap air secara sempurna, sehingga selalu dapat dimasuki air, dan air yang membawa kandungan garam dapat merusakkan beton.
  5. Beton bersifat getas (tidak daktail) sehingga harus dihitung dan didetail secara seksama agar setelah dikombinasikan dengan baja tulangan menjadi bersifat daktail, terutama pada struktur tahan gempa

Rosyid Ridho, S. T
Sales Representative PT. Holcim Beton
Area Jakarta
+62811 8822 445